Putus Hubungan



Tak seperti tahun lalu, bahkan tiga bulan sebelum hari ulang tahunmu, aku sudah heboh berburu kado.

Sebuah buku yang sangat sesuai dengan profesimu. Tapi sayangnya apa yang dicari  tidak kudapati di bursa penjualan buku dalam negeri.

Mencoba menghubungi beberapa teman yang biasa berjualan buku online, atau yang biasa menghandle pameran  berskala besar, namun hasilnya nihil. Barang  yang kuinginkan tak jua terlacak.

Akhirnya pilihan jatuh untuk membeli langsung dari luar. Seorang teman dekat yang sedang tugas belajar di Negeri Napoleon, benar-benar berbaik hati membantuku. Dari mulai order, pembayaran, hingga pengiriman ke Indonesia, dia lakoni sepenuh hati.

Dan...empat puluh malam sebelum hari H, kado istimewa untukmu telah tiba dengan kondisi paripurna di rumahku.

Tahukah kau, buku yang untuk mendapatkannya butuh perjuangan  panjang itu, bahkan telah kubungkus dengan rapi satu purnama sebelum hari ulang tahunmu tiba. Aku sungguh tak sabar menanti tanggal keramat tersebut. Senja dan fajar seolah berganti tempat dengan begitu lambatnya.

Dan ketika hari istimewa itu tiba, kau menyambut dengan sumringah kado sederhana yang proses pencariannya begitu 'njelimet'. Aku pun tak kalah bahagia melihat sikap antusiasmu.

"Terima kasih sekali untuk bukunya. Bermanfaat banget untuk saya. Nuwun sanget." Ucapan terima kasih yang terkesan begitu formil dan kaku mengalun dari bibirmu, sesaat setelah kertas kado bermotif batik berhasil kau urai.

Ya...terkadang, sikap kita memang sangat kaku sekali. Pun demikian dengan diriku.

"Sami-sami." Hanya itu yang bisa terluncur dari bibirku untuk membalas ucapan terima kasihmu.

Sering aku tertawa dalam kesendirian, kala mengingat kebersamaan kita yang begitu absurd.

Terkadang...kita begitu hangat dan mesra. Di lain waktu, rasa sungkan dan jaim membatasi kebersamaan kita. Di kesempatan berbeda, sikap resmi dan kaku menyelusup saat kita sedang menikmati 'our time'. Ntahlah...aku pun tak paham dengan semua itu.

Tahun ini, hari jadimu hanya tinggal hitungan jam. Namun tak ada apa pun yang kupersiapkan untuk menyambutnya.

Tidak sebuah kado, atau rangkaian kalimat manis yang tertata apik, pun hati yang berdebar demi mempersiapkan diri untuk perayaan kecil yang selalu kita adakan jika salah satu dari kita berulang tahun.

Maaf...tahun ini aku sudah putus hubungan dengan segala hal yang berkaitan dengan ulang tahun, tapi tidak denganmu.

Salatiga, 12022021

Posting Komentar

0 Komentar