(Bukan) Lumpur Lapindo




Saking lamanya, sampe lupa  kapan terakhir kali aku eksekusi panganan legit ini.

Adalah kue lumpur, jajanan tradisional  berbahan dasar utama kentang. Walau sederhana, cita rasa panganan satu ini cukup  ngangeni lho.

Eh...tapi, tolong jangan tanya aku ya, kenapa kue ini dikasih nama lumpur. Padahal tampilannya sedikitpun tak mencerminkan wujud benda hitam basah yang biasa disebut lumpur itu. Kue ini seringnya berpenampilan kuning atau hijau.

Cara bikinnya gampang banget. Bahan-bahannya juga mudah didapat. Gak perlu belanja ke TBK, di warung sebelah rumah juga ada.

Buat yang pengen eksekusi kue lumpur, di sini aku coba untuk berbagi resep ya. Tapi resepku ini termasuk takaran gede. Jadi kalo cuma mo buat sedikit, bisa dikonversi sendiri.

Sesuai judulnya lumpur kentang, jadi bahan utamanya pasti kentang dong. (Selain kentang, ada juga lumpur labu/waluh).

Kita butuh satu kilo kentang, direbus kemudian haluskan. Selain kentang, kita tetap butuh terigu lho, 500 gram aja. Gula juga 500 gram. Telurnya lima, santan  dari satu butir kelapa yang besar 1000ml, garam satu sendok makan peres, minyak goreng 200ml. Untuk toppingnya, aku biasa pake kismis dan keju.

Oke...lanjut yuk ke step by stepnya. Seperti umumnya kue berbahan gula dan telur plus garam, ketiga elemen ini selalunya di-mixer berbarengan sampe mengembang. Selanjutnya kurangi kecepatan mixer. Setelah itu masukkan santan kental, sambil terus diaduk dengan kecepatan rendah. Berikutnya kentang yang sudah dihaluskan dimasukkan ke dalam adonan yang sedang di-mixer sedikit demi sedikit bergantian dengan terigu, sampe kedua bahan habis. Terakhir masukkan minyak goreng. Setelah semua bahan teraduk rata, matikan mixer. O...ya, untuk mempertegas warna, bisa ditambah pewarna makanan sesuai selera.

Supaya hasil jadinya mulus, adonan yang sudah selesai di-mixer tadi kita saring. Tujuannya, kalo ada kentang atau tepung yang menggumpal, bisa halus. Pun juga kotoran yang biasanya ada di gula pasir bisa tersisih.

Oke...next panaskan cetakan. Cetakan kue lumpur ada dua versi, teflon dan besi. Kalo aku biasa pake yang besi dengan tujuh lubang.

Masukkan adonan ke tiap-tiap lubang cetakan. Penuh tapi jangan sampe batas garis, karena adonan yang dimasak bakal memuai. Kemudian ditutup. Setelah adonan setengah matang, beri toping, dan tutup kembali, tunggu sampe matang.

Nah...simpel dan gak ribet kan? Dan yang pasti, gak ada istilah bantat untuk kue lumpur. Jadi yang pengen nyobain resep yang aku share di atas, gak usah ragu dan khawatir eksperimennya gagal ya.

Oke...selamat mencoba. Tetap semangat dan jangan lupa bahagia.

Salatiga, 16032021

Posting Komentar

0 Komentar