Pertanggungjawaban Publik : Kunjungan Silaturahmi ke Pesantren Lansia 'Raden Rahmat' Banyubiru



Teras Sedekah edisi 24 Desember  kita laksanakan pada hari Ahad, 26 Desember 2021, dalam wujud kunjungan ke panti jompo yang lebih dikenal dengan nama pesantren lansia.  

Sekitar pukul 09.25 menit, perjalanan silaturahmi  sembari piknik tipis-tipis pun dimulai. Rute menuju lokasi yang terletak di Desa Gedong RT 3 RW 01 Banyubiru ini cukup menantang dengan tanjakan dan kelak keloknya. Namun begitu, pemandangan yang tersaji sepanjang perjalanan bisa menjadi obat mata dan penghibur hati. Petak-petak sawah nan menghijau, kebun jeruk, kebun porang, hamparan Danau Rawa Pening di kejauhan, serta gagahnya  Gunung Telomoyo, cukup memanjakan mata para emak yang telah sekian lama terpenjara akibat pandemi dan ppkm.

Kami tiba di lokasi, sekitar pukul 10.00. Begitu turun dari kendaraan, hawa sejuk khas pengunungan mulai terasa. Maklumlah, pesantren lansia ini berlokasi di lereng Gunung Gajahmungkur dengan ketinggian 800 mdpl. Kehadiran kami disambut oleh Ustadz Winarto, salah seorang pengasuh pondok. Ustadz muda yang ramah ini, mengajak kami berkeliling lokasi sambil sesekali menjadi photografer, memenuhi permintaan emak-emak mengabadikan pose di spot-spot tertentu.


Selesai berkeliling, acara berlanjut dengan ramah tamah dan bincang-bincang santai. Sesi ini dimoderatori oleh Mbak Dea. Sebagai MC, ada Mbak Karimah, seorang gadis muda nan santun. Sementara untuk pengisi acara, ada Ustadz Sholikin, Ustadz Winarto, dan Ustadz Ukuwan.


Acara berlangsung akrab penuh kekeluargaan. Ustadz Sholikin dan Mbak Dea memaparkan dengan jelas dan detail program-program di pesantren ini. Sementara ibu-ibu dari Tim Teras Sedekah juga cukup antusias mengajukan pertanyaan seputar pondok dan santrinya.

Salah seorang santri inap, Mbah Damiri (72 tahun) turut meramaikan acara dengan cerita dan pantunnya yang cukup menghibur. Selain itu, Mbak Dea juga memperkenalkan satu persatu santri inap, yang walaupun sudah berusia sepuh tapi berpenampilan  cukup bugar.

Pesantren lansia Raden Rahmat adalah panti jompo yang dikelola secara mandiri. Panti ini menampung para sepuh yang hidup sebatang kara tanpa sanak tanpa saudara. Juga para lansia yang masih memiliki keluarga, tapi ingin menghabiskan sisa usianya dengan beribadah secara maksimal. Syarat wajib untuk menjadi penghuni pesantren lansia bersedia belajar mengaji dan mengisi hari dengan beragam ibadah.

Panti lansia  ini memiliki dua belas santri mukim dan ratusan santri non mukim. Santri mukim yaitu para lansia yang tinggal menetap di pondok. Sementara santri non mukim, adalah para lansia yang datang di hari-hari tertentu untuk mengikuti kajian ilmu.

Dengan slogan 'Menata Senja, Meniti Syurga', para Mbah Putri dan Mbah Kakung di pondok ini dibimbing untuk beribadah secara maksimal dan dengan penuh kasih sayang oleh para pengelola pondok. Diawali dengan aktifitas bangun dan mandi di waktu dini hari, kemudian menyiapkan diri untuk sholat tahajud, mengaji Qur'an, sholat fajar, hingga sholat subuh. Ibadah-ibadah sunah lain juga menjadi pengisi hari-hari mereka, seperti sholat Dhuha, puasa Senin Kamis, bahkan ada di antara para Mbah yang rutin puasa Daud, dan  setoran hapalan quran.

Dengan konsep olah raga, olah jiwa, dan olah rasa, para Mbah ini juga dilibatkan untuk berkegiatan secara umum, layaknya tinggal di rumah sendiri. Mereka diperbolehkan ikut membantu tim dapur memasak, mengobrol dan berinteraksi dengan sesama mereka, atau mengisi waktu dengan membuat keterampilan.

Kunjungan silaturahmi ini ditutup dengan acara bertukar hadiah. Tim Teras Sedekah memberi oleh-oleh sembako untuk pesantren lansia. Sementara pengurus pondok menyerahkan plakat penghargaan untuk tim teras.

Banyak pelajaran berharga yang kami dapat dari kunjungan ini. Salah satu program yang dijabarkan oleh ustadz Sholikin, dan  insyaa Allah ingin kami terapkan di desa kami, adalah program 'sowan si Mbah', yaitu kunjungan ke rumah warga-warga sepuh di lingkungan kami, untuk sekedar mengajak mereka berbincang, atau sesekali membawa buah tangan. Karena sejatinya memuliakan orang tua merupakan salah satu pembuka pintu rezeki.

Selain warga sepuh, silatuhmi ke warga tidak mampu, difable, atau warga yang menderita sakit menahun juga menjadi prioritas. Silaturahmi ini sifatnya kunjungan santai. Sekedar mengajak mereka ngobrol, dan yang paling utama memotivasi mereka bahwa dalam kesusahan dan keterbatasan, para tetangga tetap peduli dan sayang pada mereka. 


Dan pastinya, setiap edisi *Teras Sedekah* mereka juga termasuk prioritas yang harus disantuni.

Semoga Allah membuka jalan dan memudahkan kami untuk menjalankan program-program yang insyaa Allah akan kita mulai di 2022 nanti.

Oo...ya, buat temen-temen yang pengen berwakaf di pesantren lansia, bisa banget lho. Untuk info jelasnya bisa dilihat di photo ini.


Terakhir tapi bukan yang tersisa, terima kasih tak terkira kami haturkan untuk semua donatur. Masyarakat muslim Indonesia di Frankfurt, Jerman melalui narahubung Purwanty Syariefadnan. Para pegiat salon kecantikan melalui narahubung Mbak Arjuna RiasPengantin.
Dan yang paling spesial masyarakat Dusun Macanan yang selalu setia menitipkan donasinya, juga buat MRI/ACT Kab. Semarang yang tak pernah bosan membersamai setiap kegiatan kami. Semoga donasi panjenengan semua menjadi tabungan di akhirat kelak.


Macanan, 26 Desember 2021.

Posting Komentar

8 Komentar

  1. Berkah penuh manfaat Mbak Han, salut❤️❤️❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Matur nuwun udah berkenan singgah, Mbak.❤️❤️❤️

      Hapus
  2. Baru tahu ada pesantren buat lansia ini, bagus juga programnya, semoga program wakafnya semakin berkah dan semakin banyak yang ikut

    BalasHapus
  3. MasyaAllah barokah mba ada pesantren lansia. Effortnya lebih pasti nih, semoga amal jariyah ya mba šŸ˜

    BalasHapus
  4. Biasanya pesantren khusus untuk anak-anak sampai usia remaja. Kali ini aku menemukan pesantren untuk lansia. Kegiatannya positif sekali. Membantu para lansia menyiapkan bekal untuk kehidupan kekal abadi nanti. Salut banget...

    BalasHapus
  5. Bentuk bangunannya unik yaah, instagramabel banget xixi. Programnya keren ini moga makin banyak yg bikin pesantren lansia kaya gini.

    BalasHapus
  6. Baru tau loh mba, pengelolaan lokasi hunian yangkung dan yangti bisa dibuat dengan konsep nyantri gini. Semoga berkah bagi para pengelola dan juga para donatur yang bersedia menyisihkan sebagian hartanya untuk kebahagiaan yangkung dan yangti di Pesantren Lansia Raden Rahmad.

    BalasHapus
  7. baru tahu program ini nih. pasti tantangannya lebih besar dibandingkan mengelola pesantren remaja ya mbak, masya Allah, barakallah untuk semua pengurus dan penghuninya

    BalasHapus